Pages

Monday, July 2, 2012

6 Bulan dalam Kandungan

Setelah menghilang dengan durasi lebih lama dibanding tenggelamnya matahari dalam dunia malam (baca : 6 bulan), akhirnya saya baru ingat kalo ternyata saya punya akun share di sini. He he he …

Luluh

Sedikit saya mau cerita kejadian-kejadian setelah November 2011. Setelah Misi Jogja terlaksana (meskipun tak karuan hasilnya). Alur cerita yang sudah berhasil saya tebak dari awal mula jalan cerita.

Yak, saya luluh olehnya. Luluh oleh kegigihannya berusaha mendapatkan saya. Di titik saya sadar bahwa tidak ada yang salah dengan dia. Di titik saya sadar bahwa sayalah yang salah di sini. Menekan penilaian curang saya terhadap dia, yang memang saya tidak mau terima dia hadir dalam hidup saya. Sampai akhirnya saya jatuh sakit di H-9 Tahun baru 2012. Kondisi drop dengan tubuh tumbang tak berdaya yang mengharuskan saya untuk periksa darah ke dokter dan divonis terkena Tifus. Dia yang kondisinya kerja, setelah tahu saya sakit, dia langsung berinisiatif ke rumah. Saya tolak, jelas. Karna saya butuh istirahat, saya butuh waktu untuk tidak melayani tamu yang datang ke rumah. Tapi dia ngeyel dan tetap memaksa keadaan untuk tetap datang ke rumah.

Takjub. Jarak Pulogadung – Priok ditempuh untuk ke rumah dan singgah di rumah hanya 10 menit. Untuk antar jus dan lihat keadaan. Lepas itu, dia pulang lagi. Damn! Dimulai dari sini lah perasaan Takut Kehilangan saya muncul.

Tahun Baru 2012

Menjelang tahun baru 2012, kondisi saya makin nge-drop. Vonis sakit Tifus saya abaikan dan bawa kerja hingga akhirnya semakin parah dan mesti cek darah lagi. Positif lah saya terkena Hepatitis A. Sakit ini memaksa saya untuk berbaring di kamar rawat inap Rumah Sakit Port Medical Centre tepat pada tanggal 1 January 2012.

Beruntung. Itu perasaan saya setelah mendapati bahwa dia rela menghabiskan waktunya setelah pulang kerja untuk menjaga saya tidur di ruang isolasi rumah sakit ini – penyakit saya memang mengharuskan kondisi isolasi. Semalaman menjaga saya dan dia benar-benar menjaga saya a.k.a tidak tidur untuk mengawasi kondisi saya jika saya membutuhkan bantuannya. 6 hari 5 malam saya dirawat dan full 5 malam dia selalu menjaga tidur saya.

Tulus. Tanggung Jawab. Harapan saya padanya.

Resolusi

Akhirnya jatuh pada topik resolusi. You know what? Resolusi saya di setiap tahun sejak 2009 tidak pernah berubah sedikitpun. Satu kata. Gemuk.

Yap. Awalnya berat badan saya di mid – end 2011 cukup mengesankan. Ideal. Tapi setelah awal tahun ini, membuat saya makin gila dengan resolusi gemuk. Tubuh makin pipih dan makin thin. Nyeeeh~ …

April lalu saya sudah pasrah dan coba minum obat cacing. Tapi sampai saat ini belum ada reaksi apa-apa dari perut saya. Kenapa saya pikir cacing? Karna perut saya aneh. Lapar, dia bunyi. Kenyang, dia juga bunyi. Saya yakin sekali, kalo lapar bunyi itu karna mereka teriak-teriak. Kalo kenyang bunyi, pasti mereka sendawa. Sial! Saya ngasih makan makhluk parasit ini.

Untuk yang baca dan kebetulan tau tips gemuk yang cocok untuk saya, boleh dishare please. Note-nya, saya ini penggemar bakso dan tidak terlalu suka sayur. Kira-kira bagaimana?

Sampe ketemu lain waktu lagi. Thank you.

Wednesday, November 30, 2011

Lihat nih!

Ternyata saya tidak salah mengagumi orang. Orang yang saya idolakan ternyata adalah orang yang memang banyak diidolakan. Lihat nih ...

Tuesday, November 22, 2011

Misi di Jogja

Tiket

Teman baik menikah di tanggal 19 November 2011. Dari awal dia beritahu saya tanggal dan lokasi acara, saya sudah pesimis tidak akan bisa menghadirinya. Di Klaten, Jawa Tengah booo. Senin, 14 November 2011 akhirnya kartu undangan dibagikan. Tak disangka, saya ditawari bos untuk mewakili kantor hadir di acara ini. Tapi tidak sendiri. Bersama Shinta, teman dari staff finance.

Transport, makan dan akomodasi menginap dibiayai kantor. Saya terima tawaran ini. Kapan lagi bisa jalan-jalan tanpa mengeluarkan uang, hihihi.

Mulai dari hari selasa kami mengupayakan mendapatkan tiket kereta menuju Jogja. Susah sekali. Tiket habisss semua. Dari kelas eksekutif, bisnis hingga kelas ekonomi. Kebetulan sih saya ga bantuin Shinta untuk carikan tiket karena emang kebetulan saat pencarian tiket itu, saya sedang crowded se-crowded-crowdednya binatang kaki seribu yang kalo papasan saling jabat tangan macam semut gitu. Coba bayangin.

Tibalah hari terakhir kesempatan mencari tiket, jumat. Setelah upaya beli tiket via online sampai antri tiket di hari keberangkatan yang tetap saja tidak bisa dapat tiket, akhirnya yes! Kita dapat. Tiket kelas ekonomi senilan Rp 35.000,- didapat dari calo seharga Rp 100.000,-. Mantap bukan? Berangkat jumat malam pk. 09.00 untuk tiba di Lempuyangan pk. 07.00 pagi.


Kereta Ekonomi

Saatnya meluncur ke St. Senen. Jujur, terakhir saya naik kereta itu kalo ga salah kelas 1 SD, dan saya sudah benar-benar lupa rasanya seperti apa. Jumat malam itu menjadi yang ke sekian kali setelah 15 tahun lalu. Cukup penuh, tapi beruntung berangkat di malam hari. Hawa panas tidak terasa sama sekali. Kami pergi ke Jogja bertiga, saya, Shinta dan Galih (pacarnya Shinta-disuruh jagain kita, hehe). Malam larut tiba. Ternyata begini rasanya naik kereta ekonomi. Tiap malam tiba, mereka siap gelar koran di bawah dan tidur telentang. Ada yang tidur di kolong kursi, bahkan ada yang di jalan gerbong kereta. Saya sih lebih menghargai mereka yang tidur di kolong kursi, karena mereka memakai lahan sendiri untuk keperluan sendiri ketimbang yang tidur di tengah jalan gerbong, yang setiap kita lewat mesti minggir-minggir biar mereka tidak terinjak.

Menginap di rumah teman yang super nyaman saja saya tidak bisa tidur, apalagi di sebuah perjalanan yang memang mengharuskan

Monday, October 31, 2011

Garam Memang Asin

Akhir-akhir ini sering sekali sakit kepala. Entah karena pekerjaan yang terlalu banyak dan terlalu membuat saya menggunakan isi kepala saya bekerja melebihi kapasitas atau memang saya yang menyakitan atau mungkin sakit kepala biasa yang ditanggapi lebay. Ok!

Sudah 3 tahun bekerja dan merasakan sendiri betapa melelahkannya mencari uang untuk makan sebulan. Sudah memahami perjuangan orang tua saat mencari uang untuk kami anak-anaknya.

Saat tinggal di Bekasi, dulu. Bapak saya yang notabene bekerja di daerah Tanjung Priok, bolak-balik Bekasi – Priok setiap minggu. Jatah makan keluarga selalu diatur ke mama tiap awal minggu. Saya lupa entah karena bapak pulang agak telat dari biasanya atau mama yang kebablasan pakai uang, jatah selama seminggu habis di saat bapak saya belum pulang #jengjeng.

Sangat teringat sekali saat itu kami sedang kelaparan. Menanti bapak pulang sambil membawa makanan untuk kami, tapi tak kunjung datang juga. Nasib.

Mama menyuruh kami untuk bersabar hingga akhirnya mama pun tak sanggup lagi membujuk kami karena mama juga sesungguhnya sudah tidak sabar. Di rumah hanya ada nasi dalam magic jar dan garam di rak makanan. Saat itu saya masih kurang mengerti kenapa mama tidak mau coba pinjam uang tetangga untuk sekedar beli lauk atau mie instan ke warung, maklum anak kecil kelaparan biasanya hanya menyimpan kata makanan di otaknya.

Kehabisan akal, mama ambilkan kami sepiring nasi yang ditaburi garam. Iya. Asin. Kami tau rasanya asin. Perut kelaparan kami membuat otak kami pandai berimajinasi. Anggap saja sepiring nasi garam ini adalah nasi berlauk telor ceplok yang kebetulan digoreng keasinan.

Malamnya bapak pulang dan kami pun cerita soal makanan seadanya tadi siang. Kami tidak menyalahkan bapak sama sekali, kami justru berterima kasih karena bapak telah membuat kami menemukan alternatif makanan jika kami sedang dalam kondisi seperti di atas lagi. Hahaha. Semoga saja tidak.

Alhamdulillah, sekarang-sekarang ini jika kondisi begitu mepet, saya masih sanggup beli mie instan di warung ataupun sebutir telur untuk digoreng :D

Wednesday, October 19, 2011

Tidak Normal

Halo …

saya kembali lagi karena otak saya sedang agak (banyak) tidak normal. Mood untuk ngoceh sedang keluar tapi tidak ada pendengar malam ini. So, saya lari ke sini.

Siang ini super kacau. Report forecast ngebadeg, bos dateng dari Surabaya, report deadstock ga pernah berhenti follow up dan kebetulan otak saya sedang sedeng. Pagi berjalan normal, hanya mood saja yang sangat-sangat terlihat sekali sedang bahagia sampai akhirnya ruangan ditinggal bos untuk meeting dan saya pun ditinggal sendiri, damn!

Sedang serius entry report, sang teman dekat yang memang cewe rada centil (dikit), penggemar dangdut dan salalu memanggil saya 'bhi' mampir ke ruangan yang memang posisinya dekat dengan mushola kantor lantai 2 (dia baru selesai sholat, jadi mampir). Saya yang sedang sibuk, dicolek olehnya, dirangkul, pipi dielus-elus. Dia emang sinting, emang gitu anaknya.

Tapi … kenapa saya jadi ngerasa greget yah?? sampe otak pun mengeluarkan kata-kata ini 'ah elah! Ini akan bikin greget, kalo gw cowo gw pacarin juga lu'. Alamak!

Pikiran makin kacau jelas banget saat itu. Kenapa bisa-bisanya saya nyeletuk itu dalam otak? Kenapa? Bener-bener merasa otak hari ini sangat-sangat-sangat tidak normal.

2 jam terlewat, sudahlah lupakan cerita di atas, itu hanya lintasan sementara kok. Agak sore-an, teman lain ada yang mampir lagi (ruangan saya memang sering disinggahi banyak orang. Maklum divisi food, banyak food property di sini, hehe). Iseng, dia suruh saya buka yahoo dan menyaksikan video. Video tergila ke-2 yang saya lihat setelah video kekerasan cowo pshyco parah ke cewe-nya yang dia tuduh selingkuh. Itu di China, dan video ke-2 yang baru saya saksikan ini juga terjadi di China. Video ketidakprikemanusiaan sejumlah warga China yang acuh terhadap balita yang tertabrak mobil di depan mata mereka.

Sial! Rasanya saya ingin banget datang ke sana dan bejeuk-bejeuk mereka yang acuh itu. Bayi terlindas mobil box, selusin lebih pasang mata melihat dan tidak ada reaksi apapun sama sekali. Nothing at all.

Berita pengantar di viedo itu menjelaskan bahwa mereka diasumsikan takut karna pernah ada kasus seorang pria yang dikenakan hukum pidana lantaran turut campur atas korban kecelakaan. ok. Cukup masuk akal untuk coba membela diri. Tapi ini bukan hanya soal hukum, melainkan soal hati nurani. Bahkan kucing dan anjing saja tidak pantas diperlakukan seperti itu. Ini balita. Anak manusia. He to the Looo . . .

Anda para warga penyaksi kejadian itu di TKP, segeralah luruskan orak kalian, dan bedoalah agar kejadian semacam ini tidak terjadi pada balita Anda.

Jika berlian yang kau bibit, maka berlianlah yang akan kau tambang. Jika kebaikan yang kau bibit, makan kebaikan lah yang akan kau tambang. Begitu sebaliknya.

Friday, September 2, 2011

Deadlina Ooo Deadline

Yak. Deadline yang pernah saya bicarakan di postingan sebelumnya, yaitu sebelum lebaran, sudah lewat. Hari ini tanggal 2 September, H + 2. Sudah lewat sekali memang.

Memasuki bulan Ramadhan, saya memang sudah pesimis. (saat itu) deadline tinggal sebulan lagi, sungguh dekat sekali. Tapi target tak kunjung nampak juga. Diskusi dengan si teman seperjuangan soal deadline ini, apakah deadline dimundurkan atau menyerah dan menerima orang lain yang memang tidak kita suka. Tapi, kami tetap melenggang percaya diri. Deadline masih sebulan lagi. Masih ada waktu. Berjuang untuk mencari target yang cocok dan sesuai keinginan hati.

Saat ini, deadline benar-benar sudah lewat dan target benar-benar tidak tercapai. Oke. Mundur jadwal. Deadline mundur hingga waktu yang tidak ditentukan. Hahaha. Memang aneh, deadline itu mesti punya batas waktu, tapi kita menyelewengkannya. Hehehe. Sudahlah, saya mau santai-santai lagi menikmati libur ini. Oh iya, saya dan segenap keluarga mengucapkan :

HAPPY EID MUBARAK 1432 H. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin :)

Sunday, August 7, 2011

Maaf. Maaf. Maaf

Di umur 7 tahun, saya sempat tinggal di Tambun, Bekasi. Hanya 2 tahun. Selepas itu, saya kembali pindah di sini. Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tidak menunggu lama setelah pindah, saya langsung didaftarkan ke pengajian. Tempat kakak saya belajar mengaji, sebelumnya. Hari pertama, saya sudah mendapat beberapa teman yang bersedia menegur saya duluan. Ya, saya memang tipikal orang yang sungkan sekali menegur duluan sebelum ditegur orang lain. Pemalu, bukan orang yang sombong.

Teman pertama saya bernama Siti Khadijah. Parasnya putih seperti orang bule, rambutnya agak pirang sedikit (itu saya tau setelah sempat melihat dia ambil air wudhu dan membuka jilbabnya). Berkenalan dan kami merasa cocok untuk menjadi sepasang sahabat dekat karna kebetulan dia adalah teman sekolah sepupu saya di sebuah sekolah islam bernama Al-Amin. Sekolah yang jaraknya tidak dekat dan tidak jauh dari rumah saya a.k.a sedang-sedang saja.

Saya lupa sudah berapa lama persahabatan itu terjalin. Saking dekatnya, hal kecil sering kali memicu pertengkaran antara kami.

Suatu hari, saya mengambil tempat sholat di deret depan. Saya memang senang sholat di deret depan, karna lebih jelas mendengar suara imam dan tidak tergoda untuk bercanda dengan teman lain di waktu sholat. Tapi, Ijah (nama panggilan teman saya itu) minta saya pindah tempat dengan alasan tempat itu sudah dibooked olehnya. Ok, saya mengalah dan langsung ambil tempat di deret belakang karna memang kebetulan deret depan sudah penuh ditempati yang lain.

Tapi, tiba-tiba si Ijah datang dan minta maaf sama saya. Beranggapan saya marah sama dia. Sungguh, tidak ada perasaan marah sama sekali. Tapi entah kenapa, dia merasa saya marah dan terus memaksa saya memaafkan dia. Saya pun bersikukuh untuk menjelaskan bahwa saya tidak marah sama dia. Dia terus memaksa dan puncaknya saya benar2 marah. Marah atas paksaan dia. Ini memang benar-benar hal sepele yang memalukan untuk dijadikan alasan kami bertengkar. Beberapa waktu ke depan, respon dan tingkah saya ke dia seakan-akan seperti orang yang tidak bersedia untuk menegur atau berteman dengan dia. Saat itu, memang masih kecil dan terbilang cukup ababil.

Mungkin sudah puluhan kali dia mencoba minta maaf pada saya, tapi tak pernah saya gubris. Selalu buang muka tiap dia tegur dan lempar senyum. Diam-diaman itu terus berjalan hingga saat ini (saya sudah keluar dari tempat mengaji itu di kelas 1 SMP).

Sudah sejak 5 tahun lalu saya sadar kalau saya ini bodoh sekali. Menjauhi teman sebaik dia hanya karna hal sepele. Siapa yang tidak marah jika sudah meminta maaf berpuluh-puluh kali, tapi tetap tidak digubris. Saya sadar akan kesalahan saya. saya akui saya ini bodoh. Bodoh. bodoh sekali. Saya benar-benar menyesal dan ingin sekali meminta maaf padanya. Pernah beberapa kali berpapasan di jalan, tapi nyali saya ciut untuk menegurnya. Ego saya terlalu tinggi untuk meminta maaf padanya. Mungkin yang ada di benaknya, saya masih marah dan enggan untuk tegur sapa dengannya. Tapi sebenernya adalah saya terlalu penakut untuk meminta maaf.

Akhir-akhir ini, sering sekali dia hadir dalam mimpi saya. Dalam mimpi, kami berbincang dan bertegur sapa seperti dulu, saat masih bersahabat dekat. Ya, memang berbeda sekali dengan sekarang.

Terlalu sering dia hadir dalam mimpi saya dan terlalu sering saya menangis karna dia. Sungguh. Niat sekali saya untuk memohon maaf. Sungguh :'(

Saturday, July 23, 2011

We Know Exactly

We are the pilot of our own plane.We exactly know which action is bad and which one is good. If some say bad thing is a good thing, it is ONLY true if we have done our best to live our life with the best possible way. If you have done your best and the result is not as what you want, then that is the time that makes you grow, and makes you learn of what you have done. But, if you do nothing and the result goes bad, then it is bad

Wednesday, July 20, 2011

Tetangga Mengagumkan

Yang saya dengar tadi pagi membuat saya ingin cerita soal ini.

Saya punya tetangga baru, maksudnya baru pindah ke kontrakan kecil di sebelah rumah saya. Mereka yang hidup dalam kontrakan kecil itu terdiri dari nenek, bapak, mama dan 4 anaknya. Anak pertama sekolah kelas 1 SMP, Adit. Kedua sekolah kelas 4 SD, Dewi. Ketiga masih umur 5 tahun dan yang paling kecil baru setahun-an sepertinya.

Kehidupan yang biasa saya saksikan adalah Adit dan Dewi yang selalu hilir mudik di depan rumah saya yang memang harus dilewati kalo mereka mau ambil air sumur tetangga yang jaraknya 2 rumah lagi dari rumah saya. 2 anak ini memang rajin, selalu ambil air sumur dengan 2 ember di tangan untuk isi bak mandi sekeluarga, bukan cuma itu, kerjaan-kerjaan rumah yang memang mereka anggap bisa kerjakan, mereka kerjakan. Tanpa mengeluh karna saya memang jarang sekali dengar suara keluhan mereka. Saya salut dengan mereka. Jarang sekali liat anak kecil yang rajin seperti ini.

Seminggu setelah mereka menjadi tetangga saya, mama saya cerita soal si Adit. Mama cerita soal perbincangan yang didengar antara Adit dan mamanya.

Adit : Ma, ini tadi dapet 15 ribu. Untuk mama
Mama Adit : Oh iya, ini buat Adit. Buat jajan (kasih 5 ribu untuk Adit)
Adit : Ga usah ma, Adit makan aja nanti, ga usah jajan

Ternyata, Adit itu setiap pagi sebelum berangkat sekolah (yang memang sekolahnya masuk siang) pergi nyemir untuk bantu keluarga cari uang. Makin kagum dan salut aja saya sama anak ini. Lalu, kekaguman pada anak yang kedua, Dewi. Hari Minggu 17 Juli lalu, di rumah saya ada kerepotan untuk acara nujubulanan kakak saya. Dewi tanpa diminta dan tanpa disuruh, ikut bantuin masak-masak meski dia cuma bisa bantu sebisanya saja, seperti potong-potong buncis atau kupas-kupas kulit bawang. Tergolong cukup baik dan rajin karna dia bantu dari pagi sampe tengah hari, tanpa bangun dari jengkoknya (tempat duduk yang dibuat dari bahan plastik).

Tadi pagi saya denger segelintir percakapan antara mama saya dengan Dewi.

Mama : Wi, pagi-pagi gini mau ke mana?
Dewi : Mau nyemir, Bu. Bantuin Adit.
Mama : Lho? Emang bisa?
Dewi : Ya bisa lah bu, kasian Adit.

Gw denger itu, langsung miris sekaligus kagum dan tambah salut. Anak sekecil ini, bisa prihatin sama kondisi keluarga. Tanpa disuruh dan tanpa paksaan lho. Hebat. 2 anak ini bikin saya selalu melempar senyum setiap melihat muka mereka.

Saya sempat niat kalo saya punya rejeki di lebaran nanti, saya niat kasih mereka tambahan jajan. Bukan apa-apa, saya hanya cari waktu untuk bisa ngasih karna takut keluarganya merasa tersinggung. Semoga niat baiknya terlaksana. Amin.

Teman Baru

Siang ini, status teman saya di twitter sungguh tidak mengenakan. 'Ga bisa senyum'. Respon saya pun langsung ditanggapinya dengan kiriman IM. Ingin cerita soal kegalauannya.

Temen : Net, sibuk ga? Pengen cerita, tapi enaknya ngomong langsung sih.

Saya langsung berinisiatif untuk segera menelpon dia. Pakai handphone kantor yang memang saya pegang karna lumayan juga menunjang kerjaan saya di kantor yang tidak lepas untuk berhubungan dengan customer atau sales yang kerjanya sering keluar kantor.

Percakapan di telpon :

Marni : Halo
Saya : Halo
Marni : Ini siapa?
Saya : Ini gw yang tadi lo YM (dengan perasaan wajar jika dia tanya karna saya memang telpon bukan dengan nomer yang dia kenal)
Marni : Ooohh, elo. Nelpon pake nomer siapa lo?
Saya : Nomer kantor, hehehe.
Marni : Lho? Emang nomer lo kenapa?
Saya : Layar Esia gw mati total. Cuma bisa terima telpon, tapi ga bisa diliat sama sekali layarnya
Marni : Ooh. Eh, emang nomer lo Esia yah? Bukannya Flexi.
Saya : Esia kalee, sejak kapan gw punya Flexi.
Marni : Lah? Yang belakangnya 94 itu.
Saya : Itu esia tau (otak saya malas mengingat-ngingat nomer belakang Esia saya)
Marni : Oh, Esia yah. Eh, lo lagi kerja apa gimana?
Saya : Ya iyalah lagi kerja, pertanyaan lo aneh banget deh.
Marni : Hehehe, btw, lagi ngapain lo?
Saya : Lagi nelpon lo.

Dalam kepala sedang berpikir, kenapa anak ini masih belum mau mulai curhat. Mulai muncul kecurigaan kalo saya salah sambung.

Saya : Eh eh, sorry. Lo Darma bukan sih?
Marni : Darma? Siapa tuh? Gw Marni.
Saya : Hah??? Marni?? Berarti gw salah sambung dong??
Marni : Hah? Emang lo bukan Pipit?
Saya : Pipit?? Bukaaaan .
Marni : Yaaah …
Saya : Ya ampun, suara lo mirip banget sama suara temen gw
Marni : Sama. Suara lo juga mirip banget sama suara temen gw.
Saya : Yah, sorry yah. Gw ganggu yah
Marni : Oh, engga kok. Santai aja.
Saya : Ya sudah, sorry yah. Bye.

Gw baru sadar, ternyata gw salah pencet nomer. Mestinya 1, bukan 4. Sumpah! Salah sambung hebat dengan kondisi yang ekstra kebetulan. Setelah saya selesai nelpon temen saya yang sebenarnya (beneran pengen saya telpon), saya langsung sms.

Salah sambung yang hebat. Kondisi yang super kebetulan. Thanks udah bikin gw ngetawain kebodohan gw sendiri, Haa. Btw, tadi nama lo siapa? Lupa ..


Sejam kemudian, dia telpon gw dengan nomer lain dan kita berkenalan. Hahaha. Gapapa, ga ada salahnya tambah temen ^_^

Kejadian ini mengingatkan saya lagi dengan kejadian tempo dulu yang saya lupa waktunya. Kurang lebih beberapa bulan setelah lulus SMK. Jadi, gini perbincangannya :

Di telpon : Halo …
Saya : Heh, Tuyul. Sms gw bukannya dibales (dengan penuh ke-pede-an)
Di telpon : Ini siapa?
Saya : Gw. Nety. Liat di hape lo dong
Di telpon : Oh, bentar. Ina nya lagi di kamar mandi, nanti telpon lagi aja ya
Saya : Memang ini siapa?
Di telpon : Ini ibunya.
Saya : (Jleb...)
Oh, titip pesen yah Bu sama Ina untuk telpon saya lagi. Makasih Bu. Assalamu'alaikum
Di telpon : Wa'alaikum salam. Klik

Gilaaa!!! Tengsin abiiiiiss …

Saya punya beberapa cerita Embarassing Thing lainnya. Niat diposting later.

Asal Usul Netylpred

Mungkin mereka yang tau nama netylpred di setiap akun saya baik Yahoo, Twitter, bahkan blog ini merasa nama ini terdengar aneh. NETYLPRED. Kenapa belakangnya mesti lpred, kalo disebut pun ga enak banget di kuping. Kaya suara yang keluar dan menghasilkan bau yang bener-bener engga banget.

Jadi, begini ceritanya. Saya mulai kerja di kantor yang sampai saat ini saya tempati di tanggal 28 Juli 2008. Yak, sebentar lagi 3 tahun. Pertama kali kerja, saya ditempatkan di bagian Purchasing. Hanya sekedar menjadi asisten yang kerjanya fotokopi, filing dokumen, dan nulis-nulis arsip Purchase Order di buku PO. Setelah 6 bulan masa percobaan di bagian itu, saya ditarik ke bagian lain. Administrasi Lab Sample. Awalnya saya pikir itu adalah sebuah kebanggaan, saya bisa ditarik dari sebagai seorang asisten menjadi seorang yang punya asisten. Asisten di sini adalah, dia bantuin saya untuk repack sample-sample dalam quantity kecil. Tadinya. Hingga akhirnya dia diminta untuk mengundurkan diri oleh si bos karna dirasa terlalu sering ijin tidak kerja karna sakit-sakitan.

Dia keluar, saya kira akan dicarikan penggantinya dengan segera. Bos pun bilang begitu, dan omongannya NOL. Setahun saya di sana, selalu berharap dipindahbagiankan lagi ke bagian yang lain, atau jika tidak kesampaian saya lebih memilih cari tempat kerja baru karna saya merasa kerja di bagian sample itu seperti kuli repack dan selalu merasa posisi ini direndahkan orang lain. Dan akhirnya saya benar-benar dipindahbagiankan. Senang sekali hati ini.

Ini kenapa jadi curhat soal kekesalan yah? Hehe. Back to the topic. Nah, sejak saya dipindah di bagian inilah saya mulai mengenal produk-produk yang dijual oleh perusahaan tempat saya bekerja. Beberapa nama produk yang sering dipleset-plestin pun banyak. Teman bernama Shinta, sering dipanggil Synthalen K. Produk bernama Ludipress pun sering disebut juga untuk ngeledek temen lain. Dan saya, Nety dipanggil Netylprednisolone Base Micro (aslinya Methylprednisolone Base Micro). Yaitu suatu bahan baku untuk obat yang saya tidak mengerti kegunaannya untuk apa.

Semenjak di situlah saya merasa tertarik untuk membuat nama plesetan itu sebagai lucu-lucuan di setiap akun saya. Dimulai dari email Yahoo sampai saat ini nama itu saya jadikan sebagai username di twitter. Mulanya, nama ini cukup memalukan, tapi sekarang ini jadi nama kebanggaan saya. Memang Netylpred itu terdengar aneh, tapi toh ga ada yang punya juga nama macam itu. So, I enjoy about it.

Monday, July 11, 2011

Menonton Lalu Membaca

Saya terbiasa untuk menonton. Dulu saat sekolah, yang kita lakukan hanya membaca, membaca dan membaca hingga terpikir bagi saya bahwa lepas dari masa sekolah adalah kesempatan untuk mengurangi aktifitas membaca saya. Dan lagipula saya lebih tertarik untuk menonton ketimbang membaca karna lebih praktis dalam segi waktu dan memahami (kadang saat membaca, saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguras isi kepala saya agar bisa memahami dan mencerna isi dari bacaan itu).

Tapi, saat ini saya sedang menggandrungi membaca. Membaca timeline orang di twitter, status teman di facebook dan membaca subtitle sebuah drama korea yang memang bahasanya tidak dimengerti. Hahaha. Tapi kali ini saya sedang benar-benar menggandrungi membaca. Membaca buku. Sebuah benda yang berisi rangkaian kata-kata hingga membentuk kalimat dan pergabungan kalimat-kalimat hingga menjadi sebuah wacana yang memiliki sebuah inti untuk dimengerti. Buku pertama yang saya baca (lagi) setelah sekian lama tak menyentuh buku adalah Kicau Kacau – sebuah tulisan dari seorang yang kenal sebagai Presenter sebuah acara infotainment di stasiun TV swasta, Indra Herlambang.

Ocehannya yang berbobot di buku itu membuat saya tertarik kembali untuk mencoba lagi membaca buku-buku lain yang mungkin banyak sekali punya pertimbangan spirit dan perenungan. Dan akhirnya, saat ini saya sudah membaca 3 buku setelahnya (bukan dari Indra Herlambang), Perahu Kertas, 9 dari Nadira dan Saman. Dan saya tertarik lagi untuk membaca buku-buku lainnya.

Sedang mencari referensi buku-buku yang bagus nihh.

Mencari Lirik

Clash Nine. Band asal Thailand yang lagunya berjudul Love Does Exist yang sekarang jadi ringtone handphone saya yang setelah sekian lama baru saya temukan liriknya yang … (ya sudah lah).

Jadi begini, saat pertama kali saya dapatkan lagu itu adalah ketika saya sedang tidak punya kerjaan di jam istirahat yang menggoda nurani saya untuk mendownload lagu-lagu yang tidak saya kenal tapi peminatnya banyak. Terpampang lagu ini di urutan (lumayan atas) yang saya lupa jumlah downloadernya. Awalnya saya kira lagu ini adalah lagu Jepang yang akhirnya saya tahu bahwa lagu ini dari negeri Bangkok (Thailand) setelah berinisiatif untuk mencari liriknya di Mbah Google.

Meskipun lirik sudah didapatkan, saya tetap tidak bisa mengikuti (setidaknya menyamakan gerak mulut saat lagu sedang diputar) karna saya benar-benar tidak bisa membaca liriknya. Huruf Thailand itu melingkar-lingkar seperti huruf Jawa jaman bahela. Begini tulisannya.

ในคำว่ารักไม่เคยได้เข้าใจ เมื่อไรที่คว้าไม่เคยเอื้อมมาได้กี่คนที่เขาเข้ามาก็หายไป ก่อนใจฉันท้อจนมันแทบร้องไห้ก็มีเธอให้จับมือกัน ให้กอดในคืนที่หนาวสะท้านไม่ซ้ำที่หัวใจฉัน ที่เหนื่อยมาตั้งนานเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะเคว้งจะคว้างสักเท่าไรจะซบจะพักพิงที่ใครเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะล้มจะลุกสักเท่าไรจะซ้ำอีกแผลในเมื่อไร ถ้าฉันไม่มีเธออะไรที่ฉันพอทำให้เธอได้ แค่บอกให้รู้คำเดียวจะทำให้เพื่อตอบแทนเธอที่เปลี่ยนคืนวัน ด้วยจูบในคืนที่หนาวสะท้านไม่ซ้ำที่หัวใจฉัน ที่เหนื่อยมาตั้งนานเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะเคว้งจะคว้างสักเท่าไรจะซบจะพักพิงที่ใครเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะล้มจะลุกสักเท่าไรจะซ้ำอีกแผลในเมื่อไร ถ้าฉันไม่มีเธอเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะเคว้งจะคว้างสักเท่าไรจะซบจะพักพิงที่ใครเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะเคว้งจะคว้างสักเท่าไรจะซบจะพักพิงที่ใครเพิ่งรู้ว่ารักคืออะไร ก็เพราะเธอ ไม่รู้ถ้าฉันไม่ได้เจอ รักจะล้มจะลุกสักเท่าไรจะซ้ำอีกแผลในเมื่อไร ถ้าฉันไม่มีเธอ

Setelah mulai greget pengen ikut nyanyi saat lagu diputar, tibalah aksi saya menggunakan kebijakan operator handphone saya yang menyediakan gratis 100 sms setelah 2 kali sms. Hampir semua teman terdekat saya mintai pertolongannya untuk ikut membantu mencari romanisasi lirik ini. Tapi sampai lebih dari 2 minggu laporan dari mereka adalah tidak bisa ketemu.

Hanya bisa pasrah tapi tak rela karna tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sampai suatu malam, pulang malam dari tempat kerja hanya karna usaha itu (seperti di atas – mencari lirik) dan tetap tidak mendapat hasil, saya beriringan keluar kantor dengan lemas bersama seorang HOD (Head Of Division) dan sempat dipertanyakan kenapa saya semurung ini. Setelah cerita dan dia mendengarkan, tercetuslah ide asal ngomong dan merupakan ide yang patut dicoba. Ternyata, I GOT IT. Ambil huruf-huruf Thaialnd yang keriting itu dan taruh di google translate, lalu diromanisasi. Hmmm … Memang benar kata orang, sharing itu adalah hal terbaik jika kepala sudah tak sanggup memenuhi. Hahaha.

Nı khả ẁā rạk mị̀ khey dị̂ k̄hêācı
Meụ̄̀xrị thī̀ khŵā mị̀ khey xeụ̄̂xm mā dị̂
kī̀ khn thī̀ k̄heā k̄hêā mā k̆ h̄āy pị
K̀xn cı c̄hạn tĥx cn mạn thæb r̂xngh̄ị̂
k̆ mī ṭhex h̄ı̂ cạb mụ̄x kạn
H̄ı̂ kxd nı khụ̄n thī̀ h̄nāw s̄atĥān mị̀ ŝả thī̀ h̄ạwcı c̄hạn
Thī̀ h̄enụ̄̀xy mā tậng nān pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex

mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca kheŵng ca khŵāng s̄ạk thèārị ca sb ca phạkphing thī̀ khır
pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca l̂m ca luk s̄ạk thèārị ca ŝả xīk p̄hæl nı meụ̄̀xrị
T̄ĥā c̄hạn mị̀mī ṭhex

xarị thī̀ c̄hạn phx thảh̄ı̂ ṭhex dị̂
Khæ̀ bxk h̄ı̂ rū̂ khả deīyw ca thảh̄ı̂
pheụ̄̀x txbthæn ṭhex thī̀ pelī̀yn khụ̄n wạn
D̂wy cūb nı khụ̄n thī̀ h̄nāw s̄atĥān
mị̀ ŝả thī̀ h̄ạwcı c̄hạn
Thī̀ h̄enụ̄̀xy mā tậng nān

pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex
mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca kheŵng ca khŵāng s̄ạk thèārị ca sb ca phạkphing thī̀ khır

pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex
mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca l̂m ca luk s̄ạk thèārị ca ŝả xīk p̄hæl nı meụ̄̀xrị
T̄ĥā c̄hạn mị̀mī ṭhex

pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex
mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca kheŵng ca khŵāng s̄ạk thèārị ca sb ca phạkphing thī̀ khır
pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex
mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca kheŵng ca khŵāng s̄ạk thèārị ca sb ca phạkphing thī̀ khır
pheìng rū̂ ẁā rạk khụ̄x xarị k̆ pherāa ṭhex
mị̀rū̂ t̄ĥā c̄hạn mị̀ dị̂ cex Rạk
ca l̂m ca luk s̄ạk thèārị ca ŝả xīk p̄hæl nı meụ̄̀xrị
T̄ĥā c̄hạn mị̀mī ṭhex

Tapi ternyata masalah ga selesai. Huruf ini pun masih sulit sekali untuk dibaca. Hhh,

Butet Holic Saraph

Saya penggemar bulu tangkis atau yang lebih akrab disebut Badminton dan saya pun punya idola di sana pastinya. Lilyana Natsir. Pemain spesial di ganda Indonesia. Ganda putri dipasangkan dengan Vita Marissa, ganda campuran dengan Tantowi Ahmad (dulu dengan Nova Widianto). Dengan Nova, pernah mencapai peringkat 1 dunia dan saat ini, meskipun ganti pasangan main tapi tetap bisa mengejar ranking di posisi 2 dunia.

Permainannya luar biasa. Luar biasa hebat. Tak heran saya mengidolakan pemain satu ini. Turnamen terakhir sampai saat ini adalah Indonesia Open 2011 di mana dia menjadi runner up ganda campuran (kalah dari pasangan no 1 dunia – China). Lepas dari turnamen itu, saya merasa kesukaan saya terhadap dia semakin luar biasa. Saya mulai merasa fanatik terhadapnya. Dimulai selalu update soal peringkatnya, beritanya, browsing gambarnya di Google hingga yang terakhir searching fansclubnya di twitter. Semua fansclub saya jelajahi. Ternyata bukan hanya saya yang mengaguminya. Banyak.

Friday, July 8, 2011

Anyang-anyang

Tadi malem, Lagi. Setelah yang ke sekian kalinya. Mungkin ini sudah yang ke-20 kalinya dia telpon gw selama seminggu ini, yang notabene telponnya ga pernah gw angkat.

Maaf. Bukan saya sombong atau sok gimana. Sudah setahun lebih lamanya dia usaha. Tapi mau gimana? Mungkin dulu sempet terpikir gw liat materi, jadi dia usaha lebih keras untuk bisa lebih memikat gw. Tapi, maaf. Gw emang ga bisa. Dipaksa sekalipun. Gw pernah curhat dengan salah seorang temen gw, semua gw ceritain supaya dia bisa kasih saran, perenungan atau apalah itu. Inilah pendapatnya.

Hubungan itu, seperti kita hendak memasuki sebuah rumah/ruangan. Meskipun dalamnya bagus, kalo dari pintu saja kita sudah tidak bisa merasa nyaman, apa berani kita masuk? Tapi, kalau dalamnya masih kosong, sedangkan pintunya membuat kita nyaman dan meyakinkan kita untuk bisa bahagia di dalamnya, ruang kosong itu bisa diisi seiring waktu. Bersama.

Saat ini, jika gw diibaratkan sebagai seorang yang sedang kehausan, maka dia itu seperti segelas air campuran panas dan dingin yang kalau diminum bisa bikin anyang-anyang. Ga nyaman dan gw ga mau minum itu.

Mengejar Deadline

Gw dan temen gw memang teman seperjuangan. Dia jomblo. Gw jomblo. Dia suka lagu india, gw juga. Halah, ga nyambung.

Kadang gw dan dia sering banget ngerasa 'Apa kita se-enggak laku itu??'. Gw hampir 6 bulan ngejomblo, tapi susah banget cari pengganti. Cari teman hati. Dia pun gitu (kalo dia ga usah gw sebut lamanya). Sebenernya bukan ga laku, tapi kita ini cari mereka yang memang bisa mengisi kita. Ga asal comot dan asal dapet. Kalo ngomongin cowo yang naksir mah, gw dan dia punya banyak cowo yang naksir, tapi kita punya pertimbangan kenyamanan soal ini. Soal menjalin hubungan. Dan akhirnya memang susah cari yang bikin nyaman. Sampai tiba di titik puncak kekesalan, gw dan dia deal untuk bikin deadline. Yap! Deadline punya pacar. Tadinya dia ga berani, tapi kalo ga gini, kita ga bisa jor-joran (haduh! bahasa apa lagi ini?). Haaa ...

Dan Deadline kita adalah SEBELUM LEBARAN. Yap! Sebelum Lebaran.

SEMANGAT DEADLINE!!

Titipan Tuhan

Kemarin, 17.40 Waktu Indonesia, gw sampe di rumah setelah pulang kerja. Biasa aja. Ga ada yang spesial. Lepas 1 jam kemudian, nyokap cerita. Tetangga gw (Nyokapnya Puput), baru aja dikasih anak. Gw kira yang dimaksud itu, ya nyokapnya si Puput hamil lagi. Ga ada masalah dong, itu urusan mereka. Tapi ternyata dugaan gw salah.Nyokap lanjut cerita.

Katanya, sekitar waktu Zuhur, temen dari bokapnya si Puput dateng ke rumah si Puput. Bawa anak kecil. Umur sembilan bulan. Laki-laki. Kulitnya putih kekuningan (intinya bersih lah). Si pembawa anak itu cerita kalo anak bayi itu, anaknya. Baru umur sembilan bulan. Sejak lahir, nyokap si bayi pergi gitu aja. Ya akhirnya si anak bayi yang namanya Firli ini diurus sama bokapnya. Gw ga mau tau alasan si nyokap Firli pergi itu apa. Itu urusan mereka. Tapi setelah udah seumur sekarang ini (sembilan bulan), nyokap Firli balik lagi. Mau ngambil anak itu. Si bokapnya tentu ga mau dan si Firli dibawa pergi sama bokapnya. Tapi, si Firli ini malah dibawa bokapnya ke rumah si Puput. Dan minta si Firli diurusin sama keluarga Puput. Selanjutnya gw ga tau. Tapi yang jelas, maksud dari nyokapnya si Puput dikasih anak itu, ya begitu ceritanya.

Dari cerita itu, gw jadi heran. Gw keinget lagi sama kakak gw yang perutnya baru terisi janin setelah 1.5 tahun married (cukup lama lah bagi para orang tua yang menanti) dibandingkan banyak juga yang bisa langsung hamil setelah umur pernikahan baru 3-4 minggu.

Heran aja. Di luar sana, banyak yang menantikan karunia ini sampe menunggu cukup banyak waktu. Bahkan ada yang sulit sekali untuk bisa dikaruniai. Tapi, ga sedikit juga yang mendapat karunia lebih cepat dibanding mereka yang menantikan justru nyia-nyiain karunia itu. Ada yang dibuang. Ada yang ditinggal gitu aja. Ada yang dijual. Ada yang dikasih ke orang lain dengan gampangnya. Rata-rata alasannya, ekonomi. Tapi... Please guys. Salah anak itu apa sih? Bukankah mereka itu titipan Tuhan? Anugerah Tuhan? Karunia Tuhan? Mereka ga tau apa-apa soal urusan kalian. Mereka juga ga minta untuk dilahirkan. Tapi, mereka dipaksa menanggung akibat dari pemikiran dan tindakan para orang tua yang ga punya tanggung jawab ini.

Mereka layak dibesarkan. Mereka layak mendapat kasih sayang. Karna mereka itu Titipan Tuhan. Anugerah Tuhan. Dan kalian yang diberi ini adalah orang yang dipercaya mampu menjaganya.

Tuesday, June 21, 2011

Chayurowa Ost. Sassy Girl - Chun Hyang [lyric]

Nan Nan Nan Nan
Nan Nan Nan Nan

mu-osul sontae-khadon kugon nae ma-umiya
surirul chil-lodae-don maldon
onu nugu-kedo sokhal su nun opt-janha
nan hanayi kudae-nikka

cha ije wichyobwayo
nan nan nan nan chayurowa!
nae saenggang / nae haeng-dong nae modun-koshi
hey hey hey hey hey woohh!

mworago nal sogidon / tweyeso nal yo-khadon
kunyang shin-gyong-sseu-jimayo
modun saramdu-rege / in-changbadulsun opso
kunyang da mushi-haebolyo

kurigo wichyobwayo
nan nan nan nan chayurowa!
nae saenggang / nae haeng-dong nae modun-koshi
hey hey hey hey hey woohh!

Nan Nan Nan Nan (Nan Nan Nan Nan)
Nan Nan Nan Nan (Nan Nan Nan Nan)

nan nan nan nan chayurowa!
nae saenggang / nae haeng-dong nae modun-koshi
hey hey hey hey hey woohh!

Translate in English

Freedom and II (Sassy Girl Chun-hyang Ver.)
Ginny


Choose what you were screaming, it's my heart daedeon Malden
Not belong to anyone you do not do just one
Now, think shout

I I I I I think freedom and everything that naehaengdong
hey hey hey hey hey wow

What for me in the back. Yokhadeon sokyideon me just do not care
We can not just ignore all the people recognized him.
Look And Shout

I I I I I think freedom and everything that naehaengdong
hey hey hey hey hey wow ~ ~ ~

Do not say, and do not expect
In the future, I am.
I I I I I I I I ~ ~ ~ ~ ~

I I I I freely and
I think that everything naehaengdong
hey hey hey hey hey wow ~ ~ ~

Haengbokhagil Barae Ost. Sassy Girl - Chun Hyang [lyric]

Drama korea ini jadi drama korea terfavorit gw. Kalo ada voting drama korea, gw pasti sebut nih drama. Berikut gw publish video dan liriknya. Really love this song. Liriknya dalem banget, kalah dah sumur tetangga gw.



ku nun-sogeso nonun tto tareun gosul bomyo usosso...
kuronun niga nomu miwoso nado ttara urosso
kuriwo nan niga nomu chitkidorok na apado
na chugosodo nae saranguro no haengbo-khagil barae

ahh.. ahh.. ahh.. ahh.. ahhh.. ahhh..aahh..aahh

himiduro torabomyon na kogiye nuromnun-gol
ku goseda namgyodugo un ni nunmul ttae-mune
na ttonan chariye no honja tulsu opso
issotdon-ge... ijenun nol nomu saranghae
kalsu omnun iyul tae-sso

kuriwo nan niga nomu chitkidorok na apado
na chugosodo nae saranguro no haengbo-khagil barae
no haengbo-khagil barae...haengbo-khagil barae

Translate in English

You turn your head and crying
I hate you being like this, that’s why I’m crying too
I’m missing you, missing you so much that I’m hurt
Hope you’ll be happy with my love even if I’m dead

Haaa.....

Turn your head if you’re tired, I’ll be there
Because I left your tears behind
I left you first because I don’t want to see you alone...
Since now I can’t love you anymore

I’m missing you so much that I’m hurt
I hope you’ll be happy with my love even if I’m dead
I Hope you’ll be happy….hope you’ll be happy

Tuesday, June 7, 2011

Crazy little thing called LOVE [fanvid]

Drama-drama semacam drama seri korea, taiwan itu memang kadang jadi sebuah pilihan favorit buat para remaja-remaja khususnya cewe (ga remaja doang juga sih). Kalo gw, saat ini lagi suka sama drama Thailand yang judulnya Crazy little thing called Love. Awalnya males deh nontonnya, tapi dipaksa sama temen dan diharuskan nonton, yo wes, nonton lah gw. Dan, menurut gw lumayannnnn.

Nih, di bawah fan video nya. Check it Out!